Tentang iman

Rasulullah s.a.w menjelaskan dalam hadisnya yang di riwayatkan oleh imam muslim tentang iman sebagai berikut tentang iman dalam agama islam:

اَلْاِيْمَانُ عَقْدٌ بِالْقَلْبِ وَ اِقْرَارٌ بِالِّسَانِ وَ عَمَلٌ بِالْاَرْكَانِ 
Artinya: iman adalah mengakui dengan yakin di dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengerjakan dengan anggota badan. ( HR. MUSLIM).

Iman

Jadi dari kutipan hadis diatas kita dapat menyimpulkan bahwa mempercayai dan meyakini dalam hati itu belum cukup, melainkan harus mengucapkan dengan lisan atau dengan isyarat bagi yang tuna wicara. Kelanjutan dari itu stelah meyakini dengan sebnar- benarnya dalam hati dan diucapkan dengan lisan menyempurnakan dengan tindakan atau perbuatan yang sesuai kita yakini itu.

Baca juga:
• pengertian ihsan
pengertian islam


Nah, dalam agama islam iman ada enam yang harus kita yakini (imani) sesuai dengan ajaran Rasulullah S.A.W dengan sabdanya:

Artinya: ia( laki - laki yang berpakaian serba putih ber-rambut sangat hitam yang datang ke majlis Rasulullah S.A.W disaat beliau sedang memberi materi pelajaran kepada sahabat) ia berkata: terangkanlah kepadaku perihal iman! Nabi S.A.W menjawab: Engkau percaya kepada ALLAH S.W.T, malaikat- malaikatnya, kitab- kitabnya, rasul- rasulnya, hari kiamat, dan engkau percaya akan takdir allah baik maupun buruknya (H.R MUSLIM).

Enam macam perihal keimnan yang disebutkan di atas merupakan pokok akidah dalam islam di sebut juga rukun iman, untuk lebih jelasnya berikut ringkasan dari rukum iman tersebut.

IMAN KEPADA ALLAH S.W.T

Sebagai pokok utama dalam agama islam yaitu kita harus mengenal allah s.w. t dan yakin bahwasanya Dia adalah tuhan yang sesungguhnya dan tak ada tuhan lain yang patut di sembah kecuali Dia, Allah yang maha pencipta Yang awal dan tiada bermula, Yang akhir tiada berkesudahan, tiada suatu apapun yang menyerupai-nya, Maha esa dalam ketuhananya, yang maha hidup lagi berdiri sendiri, Maha mendengar dan maha melihat, maha kuasa atas segala sesuatu.
Apabila berkehendak atas sesuatu, dia hanya berkata " kunfayakun"/ jadilah ! maka jadilah apa yang di kehendakinya itu, Dia berbicara dan tidak bisu serta jauh dari sifat kekurangan, jelasnya Allah itu maha sempurna dan maha suci.

IMAN KEPADA PARA MALAIKAT

Harus mempercayai bahwa allah s.w.t mempunyai banyak malaikat sebagai makhluknya yang lain. Mereka itu adalah pesuruh allah yang mengurus segala pekerjaan yang di utus oleh Nya, tanpa pernah membantah sedikitpun dan mereka adalah hamba- hamba allah yang di muliakan.
Allah S.W.T  menciptakan para malaikat dari nur/cahaya, para Malaikat itu tidak sama seperti kita manusia dalam hal sifat, bentuk, dan pekerjaan. Tidak makan tidak minum, tidak tidur dan tidak mampu terlihat oleh mata biasa.
Para malaikat mengagungkan/ mensucikan allah s.w.t pada siang dan malam tanpa henti, masing- masing para malaikat mempunyai kedudukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri- sendiri.

Berikut 10 malaikat yang harus kita imani:

  1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu dari Allah s.w.t kepada para nabi dan rasul.
  2. Malaikat Mikail bertugas membagi rizki.
  3. Malaikat Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa.
  4. Malaikat Mungkar dan nakir bertugas penjaga dan penanya di liang kubur.
  5. Malaikat Rakib bertugas mencatat amal baik manusia.
  6. Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk manusia.
  7. Malaikat Israfil bertugas meniup trompet sangkakala dihari kiamat.
  8. Malaikat Ridhwan bertugas sebagai penjaga syurga.
  9. Malaikat Malik bertugas menjaga neraka.

IMAN KEPADA KITAB- KITAB ALLAH

Kita wajib percaya bahwa ALLAH S.W.T telah menurunkan Kita- kitabnya kepada yang diutus- Nya bertujuan untuk memperbaiki kehidupan duniawi manusia dan menuntun mereka kepada agama yang benar. Dengan di dukungnya kitab- kitab sebagai hukum- hukun dan pengatur kehidupan oleh allah s.w.t melalui rasul utasan- Nya. Hukum- hukum tersebut dihimpun oleh stiap rasul yang menerimanya, sehingga menjadi beberapa kitab yang di sebut kitab allah, berikut kitab allah s.w.t dan Nabi/ Rasull yang menerimanya:

  1. Kitab zabur di berikan oleh Allah s.w.t kepada Nabi Daud a.s.
  2. Kitab Taurat yang di berikan kepada Nabi Musa a.s.
  3. Kitab Injil diberikan kepada Nabi Isa a.s.
  4. Kitab Al-Qur'an yang diberikam oleh Allah s.w.t kepada Rasull Allah Mummad S.A.W.

Kitab Al-Qur'an yang terakhir diturunkan inilah isinya memuat semua ajaran yang tercantum didalam kitab- kitab sebelumnya yang menjadi  aturan umat islam.

IMAN KEPADA NABI/RASUL ALLAH

Allah s.w.t telah mengutus salah satu rasul untuk menuntun manusia ke jalan yang lurus. Kedatangan para rasul membawa kabar gembira kepada kaumnya dan menakut- nakuti mereka yang kafir akan tuhanya, dan mengingkari perintahnya. dengan demikian tidak ada alas bagi manusia untuk membantah untuk mengimani kepada allah s.w.t akan kedatangan para rasul.
Para rasul hakikatnya sama halnya dengan manusia biasa mereka pun makan, minum, beristri, berniaga, dan sebagainya. Bedananya para rasul dengan manusia sekarang adalah nabi/rasul mempunyai kelebihan seperti mukjizat dan manusia pilihan allah s.w.t sebagai penerima wahyu dari- Nya.
Seiring perkembangan zaman setiap seorang rasul yang diutus oleh allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat yang hidup di masanya bertujuan mengajarkan kepada manusia dan harus mengikuti ajaran para rasul di zaman itu.
Kemudian datanglah pada ajaran di masa kini yang di ajarkan oleh nabi Muhammad rasulullah s.a.w yang terakhir, oleh sebab itu kita wajib mengikuti apa yang telah di ajarkan oleh nabi Muhammad s.a.w sebagai nabi yang terakhir. Di dalam Al-Qur'an menyebutkan diantara rasul/nabi mereka adalah Nabi adam, idris, nuh, hud, saleh , ibrahim, ismail, ishak, yaqub, yusuf, luth, ayub, suaib, musa, harun, dzulkifli, daud, sulaiman, ilyas, ilyasa, yunus, zakaria, yahya, isa dan muhammad s.a.w. tetapi di antara mereka para rasul ada yang tidak di kisah kan oleh allah s.w t dalam al-qur'an/ hadist.

IMAN KEPADA HARI AKHIR (KIAMAT)

Hari akhir merupakan hari yang menutup usia semua yang ada di dunia, pada saat itu semua yang ada di muka bumi akan binasa pada saat itu tidak ada siang atau malam yang tersisa dalam diri hanya amalan yang akan di periksa setelah di bangkitkan kembali di padang mashar.
Maka dari itu kita harus percaya akan adanya hari kiamat nanti dan segala yang terjadi di hari itu, sperti kehancuran segala sesuatu, begitu juga kejadin yang telah rasulullah s.a.w menjelaskan kepada umatnya seperti adanya alam kubur, mashar, hisab amal yang ada pada diri, pembalasan , neraka dan surga.

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

Sesungguhnya Allah s.w.t menjadikan sesuatu dengan rencana Nya, perintah Nya, pasti dan mutlak. Segalanya yangbdi tentuka sebelum terjadi menurut kehdendaknya semua yang akan terjadi, sedang terjadi, sudah terjadi semua itu kehendak dan ketettapan Allah s.w.t baik maupun buruk.
Dengan demikian sebagai makhluknya harus mempercayai akan ketetapan tersebut dan dapat di ambil kesimpulan segala amalan hamba Allah terlaksana karena qdha dan qadar dari Allah. Namun, sebagai manusia kita di beri hak untuk berikhtiar, istiqamah sekuat tenaga, meskipun ketentuan akhir berada di tangan- Nya, singkat kata manusia betugas untuk berusaha tetapi tetap Allah yang maha kuasa yang menentukanya.

Catatan : 

Qdha : ketetapan hukum atau keputusan dan penghakiman sesuatu.
Qadar: kadar atau ukuran tertentu.
Dengan keimanan kita terhadap qdha dan qadar semestinya kita terdorong untuk selalu berfikir dan berusaha menjadi lebih baik, bukan harus pasrah dan menyerah tanpa daya upaya.


Dalam hal ini banyak yang menjelaskan lebih detail tentang iman dalam agama islam salah khilaf mohon kritik dan saranya agar kedepanya bisa lebih baik dalam penyampain dan penjelasan.
Purwanto
Purwanto Cah kuper

Posting Komentar untuk "Tentang iman"